Rabu, 22 Oktober 2014

Kisah Rini dan Rana, si Anak Kembar

        Pada suatu hari, hiduplah 2 orang gadis bernama Rini dan Rana. Mereka adalah dua saudara yang kembar dan sangat identik. Karena kemiripan diantara mereka berdua, maka tidak seorangpun dapat membedakan antara Rini dan Rana, bahkan orang tuanya sekalipun tidak dapat membedakan mereka berdua (saking miripnya). Maka dari itu, mereka sering mengikat rambut mereka dengan gaya yang berbeda sehingga orang lain dapat membedakan siapa Rini dan siapa Rana.

        Rini adalah seseorang yang sangat rajin, terampil, penurut, dan selalu mau membantu orang lain. Disisi lain, Rana merupakan seorang perempuan malas, nakal, dan suka seenaknya. meskipun sifat mereka berdua bertolak belakang, namun Rini dan Rana tetaplah saudara yang sangat dekat. Karena kedekatan itu, maka Rini akan selalu bersedia membantu Rana dalam menghadapi kesulitannya dan Rana akan membantu Rini dalam kesulitannya.

        Rini adalah anak yang baik, namun tidak pandai bicara dengan teman-teman sekolahnya. Maka dari itu Rana sering menggantikan Rini ke sekolahan untuk mencarikan teman untuk Rini. Disisi lain, Rana selalu mendapatkan nilai jelek di sekolahnya sehingga Rini menggantikan Rana untuk mengerjakan ulangan hariannya. Jadi mereka berdua melakukan simbiosis mutualisme sehingga mereka sama-sama senang.

        Suatu hari Ibu mereka, bu Lina,  menyuruh Rana untuk belanja di supermarket untuk membeli persiapan pesta yang akan diadakan malam itu. Tetapi saat itu Rana sedang sibuk memainkan HPnya sehingga Rana tidak terlalu mendengarkan apa yang dikatakan oleh ibunya dan menganggukan kepala. Tak lama setelah itu, teman-teman Rana datang ke rumahnya, mengajak Rana untuk ikut nonton di bioskop dan jalan-jalan di mall. "eh Ran, jalan-jalan yuk! lagi ada film bagus nih! film The Maze Runner nih!". "Iya-iya tungguin aku bentar ya!" Rana tanpa pikir panjangpun langsung melompat dari kasurnya dan pergi keluar bersama teman-temannya.

        Lalu, siapa yang akan membelikan persiapan pesta malam itu? Saat Rana sedang berjalan-jalan di mall, ia baru ingat kalau tadi ibunya menyuruhnya untuk membeli persiapan pesta malam itu. Ibu Lina adalah seorang yang sangat galak. Dulu, ia pernah memukul Rana karena pulang saat tengah malam. Karena takut dimaharhi lagi, maka Rana pun mencari solusi. Akhirnya, ia menelpon Rini dan memintanya untuk membelanjakan bahan untuk pesta malam itu di supermarket terdekat. "Eh Rin, aku lupa nih.. dititipin mama buat beli barang-barang persiapan pesta ntar malem.. Tolongin aku dong beliin barangnya di Supermarket-x". "Ok", jawab Rini halus. Maka Rini pun mulai berangkat ke supermarket tersebut.

        Tapi sayang, ditengah perjalanan Rini ke supermarket, Rini tertabrak oleh seorang pengendara mobil sehingga terluka parah dan harus diobname di rumah sakit. Rana sangat sedih mendengar kabar buruk itu. Ia tahu bahwa semua tidak akan terjadi jika ia tidak nakal dan membeli apa yang disuruh ibunya. Tapi semua sudah terjadi, tidak ada yang bisa mengubah kenyataan bahwa Rini sekarang dalam kondisi koma dirumah sakit. Maka Rana pun hanya bisa berdoa supaya Tuhan menyelamatkan saudaranya itu dan dari pengalaman ini, "ya Tuhan, tolong selamatkan saudara kembarku.. Aku tahu aku salah, tapi jangan ambil saudaraku dariku. Aku berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi dan janji supaya menjadi anak yang baik, menuruti orang tua. Tapi tolong jangan ambil dia dariku". Maka Rana pun bertobat menjadi anak yang baik dan rajin seperti Rini, saudaranya tercinta agar tidak terjadi kejadian yang tidak diharapkan lagi.